criticasenserie

Mengembangkan Imajinasi Membuat Komik

Mengembangkan Imajinasi Membuat Komik – Saat menorehkan pensil diatas kertas lalu mewarnainya, bagi para mangaka atau para pengarang komik ala Jepang adalah saat-saat penuh kebebasan. Semua tanpa beban. Setidaknya itulah yang dirasakan Tiana Teguh, siswi SMP Santa Ursula. “Dari kecil, saya memang suka menggambar dan baca komik,” ujarnya.

Lantaran hobi itu, Tiana dan kawan sekelas di sekolahnya sampai belajar menggambar manga secara serius di Machiko Manga School. Kini, Tiana sudah menyelesaikan kelas manga dasar hingga pewarnaan selama empat tahun terakhir. poker99

Machiko Manga School merupakan sekolah menggambar manga yang terletak di kawasan Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Sekolah ini didirikan oleh komikus manga asal Jepang bernama Machiko Maeyama pada Oktober tahun 2002.

Mengembangkan Imajinasi Membuat Komik

“Saat tahun 1990an sampai 2000, Ibu Machiko sudah bolak balik Indonesia-Jepang. Dia juga suka diminta dari bagian embassy untuk buat workshop komik karena manga lagi booming,” kata asisten Machiko Manga School, Yulianis Leona kepada detikHot di sekolahnya.

Saat itu, banyak peserta yang hobi menggambar dan menyukai manga, tapi bingung menyalurkan aspirasinya. Lantaran banyaknya permintaan dari para peserta workshop, akhirnya Machiko mendirikan sekolah. Di sekolah manga ini, para peserta diajarkan menggambar sesuai dengan alat dan standar dari Jepang.

Menurut wanita yang akrab disapa Leona itu, para siswanya hanya diwajibkan membawa pensil dan penghapus. Peralatan lainnya sudah disiapkan pihak sekolah. Seperti kertas untuk menggambar komik yang disebut kento, marupen yaitu pena yang dipakai untuk menggambar garis halus seperti rambut, G-pen yaitu pena untuk garis lebih tebal, dan tinta yang berasal dari Jepang.

Sedangkan untuk materi dasarnya yang utama adalah mengembangkan imajinasi. “Jika anak-anak sudah enggak bisa kembangkan imajinasi, wah susah. Kalau soal teknik semuanya bisa dipelajari,” ujarnya.

Jika imajinasi sudah ada, materi berikutnya adalah bagaimana menuangkan dalam bentuk panel-panel cerita dan gambar. Di dalam panel, akan ada karakter dalam cerita dan latar belakang yang juga penting.

“Tapi basicnya tetap anak harus suka gambar saja. Misalkan enggak suka tapi ingin masuk kelas komik atau animasi juga sulit yah. Kalau sudah suka, ketertarikannya di manga atau ilustrasi juga ketahuan,” ujar Leona.

Di level yang tinggi seperti di kelas yang diikuti Tiana, para siswa diajarkan pewarnaan dengan teknik kombinasi gradasi, kontras, monokrome, teknik bayangan pada gambar, cover ilustrasi dan sebagainya.

Untuk 12 kali pertemuan di setiap levelnya, Machiko Manga School mengenakan biaya sekitar Rp 1,4 juta untuk kelas anak-anak (oekaki). Serta kelas manga basic hingga level tertinggi dari Rp 1,7 juta sampai Rp 2,4 juta.

Tugas akhir dari setiap siswa adalah bisa membuat karya orisinil sendiri. Setiap tahunnya pada bulan Juli-Agustus, nantinya akan ada karya-karya terbaik milik siswa yang dipamerkan di Shinano Mainichi Newspaper di Nagano, Jepang.

Respon masyarakat Jepang terhadap kualitas manga buatan siwa Machiko patut diacungi jempol. Bahkan di antaranya sudah menjadi comic artist dan diterbitkan Elex Media Komputindo. Sebut saja seperti Vivian Wijaya atau drVee (Prambanana), Fawzia Hanum atau Paw (How Come?!), dan Rosita atau Dorochi Roshirin (Cherry).

Sedangkan, Machiko sendiri pernah menerbitkan dua seri buku pengajaran berjudul ‘Ayo Bikin Komik’ di Agustus 2007. Serta buku seri keduanya terbit setahun berikutnya. Kemudian, sejak tahun 2010, setiap bulannya Machiko juga menerbitkan 4 panel bertemakan budaya Indonesia dan diterbitkan di koran Jepang.

Sesudah mendapatkan genre dari komik yang akan dibuat, tahap selanjutnya yaitu menciptakan ide cerita yag menarik. Tidak sesulit dari yang dibayangkan, ide sering kali muncul secara tiba-tiba, baik berasal dari pengalaman pribadi, saudara, orang tua, atau orang lain yang kita lihat sekalipun.. Dengan begitu, mulailah untuk lebih pekat terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Berikut sekilas tips sederhana dari para komikers muda agar impianmu menjadi komikus yang terkenal, tetapi pada tips ini kamu tidak perlu mengikuti les diluar rumah yang memerlukan biaya besar :

1. Tentukan Genre Komik Sejak Awal

Genre merupakan ragam atau kategori dari suatu bentuk seni tertentu menurut kriteria yang sesuai bentuk atau bidang. Setiap bidang seni memiliki genre yang berbeda, seperti musik terdapat genre rock, blues, jazz dan sebagainya, lain halnya dengan film atau komik yang memiliki genre yang sama, yaitu romantis, komedi, action, drama dan horror.

Setiap bidang seni mempunyai genre yang berbeda, seperti pada musik terdapat genre rock, bluess, jazz, pop dan lainnya. Sama dengan halnya dengan film, komik pun memiliki genre yang sama yaitu romantis, action, drama, horor, atau komedi. Pada semua genre komik tersebut, tentukanlah genre yang tepat sesuai dengan keinginan. Jika merasa sulit dalam menentukannya, kamu dapat  melihat dari karakter pembawaan diri sendiri sehari-hari.

2. Buat Ide Cerita Menarik

Setelah menentukan genre dari komik yang akan dibuat, selanjutnya adalah ciptakan ide cerita yang sangat menarik. Tak sesulit apa yang dibayangkan, sering kali ide tersebut akan muncul secara tiba-tiba, baik itu dari pengalaman pribadi, orang tua, saudara, teman dekat atau orang lain yang kita lihat sekalipun. Dengan begitu, mulailah untuk lebih pekat terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Ketika mendapatkan momen yang menarik dan bisa dijadikan ide, langsung catat di note khusus.

3. Asah Skill Gambar

Mengembangkan Imajinasi Membuat Komik

Maka buatlah gambar yang sesuai dengan genre komik yang kamu inginkan. Kamu dapat memulainya dengan menggunakan teknik yang manual seperti misalnya menggambar pada kertas lalu di scan dan diedit kembali dengan software pendukung seperti Clip Paint Studio, Photoshop, Gimp, Artweaver,dan lainnya.

4. Manfaatkan Media Sosial

kamu bisa memanfaatkan sosial media sebagai tempat mempromosikan komik yang sudah dibuat dengan mengupload gambar awalan cerita setiap episodenya atau gambaran dari sebuah sinopsis serta tambahkan link (line webtoon atau Ciayo) yang dimiliki agar pembaca lebih mudah mengakses komiknya. Dengan media sosial juga akan membuatmu lebih cepat terkenal.

5. Gabung di Komunitas

Belajar mengasah kemampuan sendiri memang tidak salah, namun ilmu yang didapat hanyalah terbatas. Agar  mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi, maka perlu bergabung di beberapa komunitas.

6. Sering Ikut Event atau Lomba

Untuk mengasah mental, ikut event atau lomba-lomba komik juga perlu dilakukan. Tujuannya, untuk mengukur batas kemampuan kamu sebagai komikus saat membuat komik. Ini tentu akan memacu para komikus menciptakan hasil karya komik yang lebih bagus lagi.

Menjadi komikus sukses yang karyanya terkenal hingga ke luar negeri tidaklah mudah dan butuh perjuangan yang sangat panjang. Yakinlah kamu bisa lalui demi meraih impian. Intinya jangan mudah menyerah, teruslah asah skill dan konsisten untuk terus menciptakan komik-komik dengan cerita yang menarik hingga karyamu mendunia. Selamat berkarya!